Insight
Baca Insight Kami
Insight dan Update Terkini
Insight Unggulan
Insight Unggulan

Kolaborasi Pemkab Mojokerto & TMA: TeMA Civic Menjadi Fondasi Awal Pengembangan IDSS
Mojokerto, 15 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Tech Mayantara Asia (TMA) kembali membuka ruang kolaborasi strategis dalam mendorong transformasi digital pemerintahan daerah. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, jajaran Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama tim TMA membahas rancangan arsitektur Intelligent Decision Support System (IDSS) yang diarahkan untuk membantu pemerintah daerah mengelola data, memantau kinerja pembangunan, melakukan analisis, hingga mendukung pengambilan keputusan secara lebih terukur. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari pihak TMA hadir Randy R. Wrihatnolo, Anwar, serta tim teknis yang memaparkan konsep, mekanisme, manfaat, dan tahapan awal pengembangan IDSS untuk mendukung tata kelola pemerintahan Kabupaten Mojokerto.

Tech Mayantara Asia: Membangun Teknologi dengan Hati, Bertumbuh Melalui Pembelajaran dan Menciptakan Manfaat yang Berkelanjutan
Nama Tech Mayantara Asia (TMA) bukanlah sekadar identitas perusahaan, tetapi mengandung filosofi yang menggambarkan arah perjalanan perusahaan. Tech melambangkan keyakinan bahwa teknologi merupakan alat untuk memberdayakan manusia dan organisasi. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membantu pelanggan tumbuh, beradaptasi, dan menghadapi perubahan zaman. Mayantara berasal dari makna dunia digital (maya) yang menjadi ruang penghubung berbagai ekosistem. TMA memaknai Mayantara sebagai kemampuan untuk menghubungkan manusia, data, proses bisnis, dan teknologi menjadi satu kesatuan yang menciptakan nilai. Sementara Asia melambangkan semangat pertumbuhan, kolaborasi, dan kontribusi bagi kawasan. Sejak didirikan pada 6 Agustus 2010, TMA membawa cita-cita untuk menjadi bagian dari kebangkitan teknologi di Asia, dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi digital yang mampu bersaing secara global. Logo TMA yang didominasi warna merah dan hitam juga memiliki makna tersendiri. Warna merah mencerminkan semangat, keberanian, dan inovasi, sedangkan warna hitam melambangkan profesionalisme, integritas, dan kepercayaan. Tiga bulatan merah menjadi simbol kolaborasi, pertumbuhan, dan harapan agar Indonesia bersama negara-negara Asia lainnya mampu menjadi motor penggerak perkembangan teknologi dunia.

TMA Hadiri Computing Project Exhibition Telkom University 2026: Memperkuat Sinergi Industri dan Akademisi dalam Melahirkan Inovasi Digital
Computing Project Exhibition merupakan salah satu agenda akademik tahunan Telkom University yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Pada kegiatan ini, sebanyak 40 tim mahasiswa menampilkan produk digital terbaik hasil pengembangan mereka kepada dosen, praktisi industri, mentor, serta dewan juri. Seluruh proyek dipresentasikan secara langsung melalui sesi demonstrasi, diskusi teknis, dan evaluasi produk, sehingga peserta memperoleh masukan yang komprehensif dari berbagai perspektif. Bagi TMA, kehadiran dalam kegiatan ini bukan sekadar memenuhi undangan sebagai tamu industri. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem kolaborasi antara dunia akademik dan industri teknologi. Selama beberapa bulan terakhir, TMA turut berperan sebagai mitra industri yang memberikan pendampingan kepada salah satu tim peserta yang mengembangkan produk Briefly, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence yang dirancang untuk melakukan analisis berita digital, menghasilkan ringkasan otomatis, melakukan analisis sentimen, hingga memberikan prediksi dampak terhadap berbagai sektor industri. Melalui proses mentoring tersebut, TMA memberikan berbagai masukan mulai dari penyempurnaan arsitektur sistem, pendekatan pengembangan produk, validasi kebutuhan pengguna, hingga perspektif implementasi teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Pendampingan ini diharapkan mampu menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan tantangan nyata yang akan dihadapi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.
Semua Insight



.png&w=3840&q=75)

